Kasus Pemalsuan Ijazah Pelawak Nurul Qomar

Kasus Pemalsuan Ijazah Pelawak Nurul Qomar – Alan- alan Nurul Qomar sah dipenjara sebab permasalahan sertifikat ilegal. Penangkapan kepada Nurul Qomar dicoba pada 19 Agustus 2020, kemarin. Nurul Qomar dikira bersalah sebab teruji melaksanakan manipulasi sertifikat.

Merupakan Kejaksaan Negara( Kejari) Brebes yang melaksanakan cara penangkapan kepada Nurul Qomar. Personel tim 4 Sekawan ini dikenal tidak melawan dikala dicoba penangkapan serta kooperatif dikala dijemput pihak Kejari.

Furqon Nur Era, berlaku seperti daya hukum Nurul Qomar, membenarkan bila kliennya akan menghuni sel narapidana Badan Sosialisasi( Lapas) kategori II B Brebes.

Sedangkan itu, cara penangkapan Nurul Qomar telah lewat jalur jauh sidang. Luang menemukan putusan bersalah dari majelis hukum, Nurul Qomar malah mengajukan memadankan sebab tidak satu bahasa dengan putusan itu.

Selanjutnya 6 kenyataan permasalahan manipulasi sertifikat yang dicoba oleh Nurul Qomar.

Ketentuan Jadi Rektor

Nurul Qomar kesandung permasalahan asumsi manipulasi sertifikat S2 serta S3 yang beliau maanfaatkan buat ketentuan mencalonkan Rektor Umus( Universitas Muhadi Setiabudhi) Brebes.

Dikabarkan Universitas

Permasalahan yang memerangkap Nurul Qomar ini berasal dari informasi Universitas Muhadi Setiabudhi Brebes. Nurul Qomar dijerat pelanggaran artikel 263 bagian 2 Buku Hukum Hukum Kejahatan.

Bantah Memanipulasi Ijazah

Terpaut permasalahan itu, Nurul Qomar tidak bermukim bungkam. Beliau kesimpulannya ambil suara terpaut kasus yang tengah dialami. Nurul Qomar menarangkan tahapan pembelajaran yang telah beliau lewatkan.

” Kita urutkan betul supaya runut, 2011 kala aku sedang di DPR RI Senayan, aku lolos program S2 Magister Manajemen di Universitas Krisna Dwipayana. Setelah itu di 2013 aku sedang di DPR catatan di Pascasarjana Universitas Negara Jakarta S3, doktoral,” nyata Nurul Qomar di Universitas Asyafiah, Jatiwaringin Pondok Besar, Bekasi, Jawa Barat, 30 Juni 2019.

Kuliah S2 serta S3 Bersamaan

Dikala tengah menempuh riset S3, Nurul Qomar luang menemukan ajuan buat jadi guru besar. Tetapi sayangnya terkendala sebab bidang pendidikannya tidak cocok dengan ajuan bagaikan guru besar. Hingga kesimpulannya beliau kuliah S2 serta S3 dengan durasi berbarengan.

Teruji Bersalah

Nurul Qomar malah didiagnosa 1 tahun 5 bulan bui oleh badan juri dalam konferensi tetapan atas permasalahan asumsi manipulasi akta Pesan Penjelasan Lolos( SKL) program S2 serta S3, di Majelis hukum Negara( PN) Brebes, Jawa Tengah, 11 November 2019.

Pimpinan Badan Juri Sri Sulastuti pada amar putusannya melaporkan kalau tersangka Nurul Qomar diklaim teruji bersalah melanggar artikel 263 bagian 2 Mengenai Manipulasi Pesan serta menjatuhi ganjaran 1 tahun 5 bulan bui, dan mengharuskan tersangka melunasi bayaran masalah sebesar Rp2. 000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *